TIMELINE
Gimana kerjaan-kerjaan ini pelan-pelan
ngubah cara gue mikir.
Bukan versi panjang dari CV. Cuma rangkaian role, pendidikan, project, dan keputusan yang pelan-pelan ngebentuk cara gue kerja sekarang.
2026
ROLEErajaya Group — Senior Assistant Manager, Digital Product
Mulai bantu orang lain bikin keputusan yang lebih baik.
Ngerilis produk masih jadi bagian dari kerjaan gue, tapi sekarang makin banyak waktu yang dipakai buat bantu orang lain mengambil keputusan yang lebih baik.
Mentoring Junior Product Manager, ngerapihin workflow, menjembatani engineering, design, bisnis, dan operasional, sampai memastikan tim nggak cuma ngerti apa yang lagi dibangun, tapi juga kenapa.
Gue juga masih belajar soal leadership. Tapi satu hal mulai cukup jelas: scaling diri sendiri bukan berarti harus mengambil lebih banyak keputusan.
Justru bagaimana caranya keputusan yang bagus tetap bisa terjadi tanpa semuanya harus lewat gue.
Yang berubah:
Yang dibangun sekarang bukan cuma produknya. Tim dan cara kerjanya juga ikut dibangun.
Product ManagementLeadershipMentoringStrategy
2023
ROLEErajaya Group — Assistant Manager, Digital Product
Mulai mikirin sistem, bukan cuma fitur.
Makin besar produk yang gue pegang, pertanyaan yang gue pikirin juga ikut berubah.
Bukan cuma “fitur berikutnya mau bikin apa?”, tapi lebih sering jadi “platform ini sebaiknya berkembang ke arah mana?”
Dari situ gue makin banyak ngulik search & discovery, analytics, experimentation, platform architecture, internal tooling, operational scalability, dan berbagai sistem di belakang pengalaman pengguna.
Yang berubah
Gue mulai nggak terlalu peduli berapa banyak fitur yang rilis. Yang lebih penting: apakah sistemnya bikin produk bisa terus berkembang dengan sehat.
E-commercePlatformAnalyticsSearch
2022
ROLEMoladin — Associate Product Manager, Core Platform
Product jadi lebih messy waktu operasional ikut masuk.
Di Moladin gue ketemu sisi product yang beda lagi.
Bukan lagi banyak main di growth atau consumer-facing experience, tapi lebih ke internal platform: onboarding, access control, workflow operasional, fraud mitigation, sampai decision support.
Sistemnya mungkin nggak terlalu kelihatan oleh pengguna akhir, tapi dampaknya nyata. Perubahan kecil di flow atau validation bisa berpengaruh ke SLA, risiko fraud, dan kerja operasional sehari-hari.
Dari sini gue makin ngerti pentingnya product yang bekerja di belakang layar. Nggak selalu kelihatan, tapi bisnis sangat bergantung sama itu.
Yang berubah
Gue belajar kalau sebagian product work yang paling penting justru nggak pernah muncul di homepage.
Core PlatformRiskAutomotiveOperations
2021
ROLEgoKampus — Senior Associate Product Manager
Belajar product lewat user dan growth.
Di goKampus, scope product yang gue pegang mulai jauh lebih luas.
Gue ngerjain online learning product, internal tools, LMS dan content-provider portal, CRM, loyalty, referral program, push notification, sampai berbagai growth initiative.
Yang menarik, satu keputusan product ternyata nggak cuma berdampak ke pengguna. Operasional, partner, dan growth team juga ikut kena efeknya.
Di sini gue juga mulai sadar kalau solusi terbaik nggak selalu yang paling canggih. Kadang yang paling berguna justru yang paling cepat ngurangin friction.
Yang berubah
Gue mulai melihat product bukan cuma dari fitur, tapi juga dari behavior user, bottleneck operasional, dan dampaknya ke bisnis.
Product ManagementEdTechGrowthLearning Management SystemInternal Tools
2021
EDUCATIONTelkom University — Master of Management, Digital Business & Marketing
Mulai belajar di luar engineering.
Gue mulai S2 di saat karier gue juga lagi geser dari engineering ke product.
Belajar management, digital business, dan marketing ngasih sudut pandang baru buat masalah yang sebelumnya gue lihat lebih banyak dari sisi teknis. Sistem ternyata bukan cuma soal architecture dan infrastructure, tapi juga customer, market, positioning, sampai business model.
Yang berubah
Gue mulai melihat keputusan product dari sisi teknis dan bisnis sekaligus.
Digital Business ManagementDigital Marketing ManagementDigital Business Strategy
2021
ROLEPT Gamatechno Indonesia — IoT System Analyst → Product Owner
Ketemu dunia product lewat engineering.
Ini mungkin titik balik paling besar dalam perjalanan karier gue.
Gue masuk Gamatechno dari sisi engineering, banyak main di IoT platform, hardware, connectivity, dan technical architecture. Tapi lama-lama waktu gue malah lebih banyak habis di user flow, requirement, priority, roadmap, dan diskusi bareng developer maupun stakeholder.
Entah sejak kapan, pertanyaannya berubah dari “gimana cara ngebangun ini?” jadi “sebenarnya apa yang perlu kita bangun?”
Yang berubah
Engineering ngajarin gue cara membangun. Product ngajarin gue apa yang memang layak dibangun.
IoTProduct ManagementSaaS
2020–2022
EDUCATIONLearners - Binar Academy, Apiary Academy, DusunWeb, BPPTIK KOMINFO, The Things Network
Masih nyari gue paling cocok di mana.
Periode ini sebenarnya bukan bagian dari rencana karier yang rapi.
Gue baru lulus, masih magang, belum punya pekerjaan tetap, dan jujur aja masih bingung mau jadi apa. Background gue engineering, tapi gue mulai sadar kalau ketertarikan gue nggak berhenti di hardware atau jaringan.
Jadi gue coba banyak hal. Web development, product management, analytics, IoT, sampai beberapa training teknis lain. Bukan karena dari awal gue punya strategi buat jadi “multidisipliner”, tapi karena saat itu gue memang lagi nyari tahu jenis pekerjaan apa yang paling cocok buat gue.
Dari proses itu gue mulai ngerti satu hal: gue paling enjoy ketika bisa ada di tengah-tengah teknologi, produk, dan bisnis—cukup teknis untuk ngerti cara sesuatu bekerja, tapi tetap dekat dengan masalah pengguna dan keputusan produk.
Yang berubah
Gue berhenti fokus pada pertanyaan “gue harus jadi engineer atau bukan?” dan mulai mencari peran yang bisa menggabungkan hal-hal yang gue suka.
Product ManagementWeb DevelopmentAnalyticsIoTBootcamp
2020
PROJECTTelkom Indonesia & RC AdCNeT — IoT Engineering and Research
Potongan-potongannya mulai nyambung.
Ini tahun ketika gue berhenti melihat IoT cuma sebagai urusan device.
Di Telkom gue mulai banyak main dengan ANTARES, LoRaWAN infrastructure, device onboarding, RF testing, dan berbagai use case IoT untuk enterprise. Di periode yang hampir sama, gue juga memimpin project AgriSoil di RC AdCNeT, yang menghubungkan sensor tanah, LoRaWAN, platform cloud, dan aplikasi Android.
Untuk pertama kalinya gue mulai melihat rantainya secara utuh: hardware, connectivity, backend, aplikasi, sampai orang yang nantinya bakal pakai.
Yang berubah
IoT buat gue nggak lagi soal hardware. Gue mulai melihatnya sebagai sebuah connected product system.
IoTLoRaWANResearchPlatform
2019
PROJECTMobile Communication Laboratory, Telkom University — Research Assistant & Lead Divisi IoT
Belajar memimpin dengan bantu orang lain berkembang.
Awalnya saya masuk Mobilecomm karena masih bingung soal arah skripsi dan sedikit merasa ketinggalan dibanding teman-teman yang sudah lebih dulu masuk lab.
Tapi yang paling membekas justru sisi leadership-nya. Saya kemudian dipercaya memimpin divisi IoT, ikut mengerjakan riset dan capstone project seputar NB-IoT dan LoRaWAN, beberapa kali bikin sesi pengenalan IoT untuk junior, dan cukup sering membantu mereka ketika mentok di project maupun tugas besar.
Di sini saya mulai belajar kalau memimpin bukan cuma soal tahu lebih banyak, tapi juga soal membantu orang lain memahami sesuatu, ikut berkontribusi, dan berkembang bareng.
nternet of ThingsMobile CommunicationNB-IoTLoRaWANWireless CommunicationResearchLeadershipMentoringTechnical Training
2018–2019
ROLEPT Pos Indonesia & PT Pindad — Internship
Saat engineering mulai ketemu dunia nyata.
Dua internship pertama gue ngasih dua sudut pandang teknologi yang cukup beda.
Di Pos Indonesia, masalahnya sangat praktis: hardware, software, jaringan, dan gimana caranya supaya pengguna bisa lanjut kerja tanpa banyak drama.
Setahun kemudian di Pindad, gue ngerjain prototype sistem deteksi kebakaran dan ledakan berbasis IoT untuk kendaraan Anoa 6×6. Di sini konteksnya jauh lebih serius, karena reliability dan kondisi nyata jadi bagian penting dari desain sistemnya.
Lingkungannya beda, tapi pelajarannya mirip: teknologi baru berguna kalau memang bisa diandalkan.
Yang berubah
Gue mulai lebih peduli apakah sebuah sistem bekerja saat dibutuhkan, bukan cuma seberapa canggih kelihatannya.
IoTReliabilityUsersEngineering
2016–2020
EDUCATIONTelkom University (S1 Teknik Telekomunikasi)
Belajar melihat sistem, bukan cuma teknologinya.
Waktu kuliah, gue belum pernah kepikiran bakal kerja di dunia product.
Yang bikin gue penasaran saat itu cuma satu: gimana sebenarnya sebuah sistem bekerja. Dari jaringan, embedded system, komunikasi nirkabel, sampai pengolahan sinyal, semuanya ngajarin gue kalau sebuah keputusan teknis hampir selalu punya dampak ke bagian lain dari sistem.
Belakangan gue sadar, cara berpikir itu ternyata masih kepakai sampai sekarang saat ngerjain produk digital.
Yang berubah
Gue mulai melihat hubungan antar sistem, bukan cuma bagian-bagiannya.
EngineeringSystemsIoTNetwork EngineeringTelecommunication EngineeringElectrical Engineering