2021
IoT Solution Prototyping
Sebelum akhirnya pindah jalur lebih jauh ke Product Management, saya sempat beberapa bulan berada jauh lebih dekat dengan teknologinya sendiri.
Awalnya saya di-hire Gamatechno sebagai IoT Engineer, tapi praktiknya role saya lebih banyak seperti IoT System Analyst. Saya ikut ngobrol dengan calon client, mencoba memahami masalah operasional mereka, menerjemahkannya menjadi solusi teknis, lalu cukup sering bikin sendiri POC-nya untuk membuktikan apakah idenya memang bisa jalan.
Beberapa secara teknis berhasil.
Tapi selama saya di sana, nggak ada yang akhirnya benar-benar sampai production.
Dan anehnya, justru dari situ saya belajar salah satu hal yang sampai sekarang masih cukup nempel:
Sesuatu bisa technically possible tanpa necessarily worth implementing.

KONTRIBUSI SAYA
Biasanya pekerjaan saya mulai ketika produknya sendiri bahkan belum ada. Client datang bawa masalah atau ide yang menurut mereka mungkin bisa diselesaikan pakai IoT. Dari situ saya ikut solutioning: sebenarnya problem-nya apa, data apa yang perlu kita ambil, bagaimana cara mengambilnya, bagaimana device-nya komunikasi, sampai akhirnya data itu bisa berubah jadi sesuatu yang berguna. POC yang saya kerjakan cukup macam-macam. Pernah bikin konsep indoor asset tracking menggunakan BLE karena GPS nggak cukup akurat untuk tracking di dalam ruangan. Ada juga eksplorasi smart farming untuk monitoring kondisi perkebunan dan remote operation menggunakan LoRaWAN. Di use case lain, saya bikin prototype machine monitoring untuk membaca data sensor dan melihat kemungkinan anomaly atau kebutuhan maintenance. Karena masih POC, batas pekerjaannya waktu itu lumayan absurd. Saya bisa mulai dari sensor dan microcontroller, lanjut mikirin network-nya, kirim data ke cloud, bikin sebagian logic di belakangnya, sampai bikin dashboard sederhana supaya konsepnya bisa benar-benar didemokan. Jadi kalau mau agak ngaco, mungkin ini periode paling dekat saya menjadi full-stack engineer, cuma stack-nya mulai dari kabel dan sensor.
MASALAH
Salah satu pattern yang cukup sering saya temui waktu itu adalah pembicaraan dimulai dari: “Bisa nggak kita pakai IoT buat ini?” Bisa nggak barang di-track di dalam ruangan? Bisa nggak kondisi perkebunan dimonitor dari jauh? Bisa nggak mesin kasih tahu sebelum ada masalah? Dan lucunya, secara teknis jawabannya cukup sering: Bisa. Masalah sebenarnya baru muncul setelah itu. Seberapa akurat harusnya? Berapa banyak device yang harus dipasang? Network-nya bagaimana? Device-nya siapa yang maintain? Kalau dipasang di environment sebenarnya apakah masih reliable? Dan setelah semuanya dihitung, apakah masalah yang kita selesaikan memang cukup valuable dibanding biaya untuk menjalankan seluruh sistemnya? POC bisa membuktikan bahwa sesuatu bisa dibuat. Ternyata itu belum membuktikan bahwa sesuatu layak dibuat.
HASIL
Selama saya di Gamatechno, beberapa POC berhasil sampai tahap bisa didemokan untuk use case logistics, agriculture, dan industrial monitoring. Tapi nggak ada yang akhirnya benar-benar masuk production selama saya di sana. Dan menurut saya itu nggak perlu dipoles jadi cerita seolah semuanya sukses. Prototype-nya tetap menghasilkan sesuatu yang berguna: kami jadi tahu teknologinya bisa bekerja, mulai kelihatan constraint di kondisi sebenarnya, dan punya gambaran lebih baik tentang effort yang dibutuhkan kalau mau dibawa lebih jauh. Beberapa ide berhasil melewati pertanyaan: “Bisa nggak?” Tapi berhenti ketika masuk pertanyaan: “Worth it nggak?”
DAMPAK
Pengalaman ini akhirnya banyak kepakai setelah saya pindah lebih jauh ke Product Management. Pernah bekerja dari sensor, network, data processing sampai interface bikin pembicaraan teknis setelahnya terasa nggak terlalu abstrak. Saya mungkin sudah nggak sehari-hari pegang ESP32 atau Raspberry Pi, tapi mental model tentang bagaimana data bergerak dari satu layer ke layer lain masih kebawa. Tapi lesson terbesarnya malah bukan soal IoT. Di sini mungkin pertama kalinya saya benar-benar melihat bahwa keputusan untuk tidak melanjutkan development juga bisa menjadi outcome yang valid. Kalau sebuah prototype sudah memberi kita cukup informasi untuk menghindari investasi yang ternyata nggak masuk akal, berarti prototype itu tetap melakukan pekerjaannya.
NGOBROL YUK
Ada yang menarik untuk dibahas?
Soal product, system, sesuatu yang lagi lo bangun, atau sekadar pengen tukar pikiran? boleh banget diobrolin.