2022
Moladin Wholesale Mobile & Internal Apps
Saya memang nggak lama di Moladin. Belum sampai setahun, tech winter datang dan perjalanan saya di sana selesai karena layoff.
Tapi kalau ditanya pengalaman mana yang paling membentuk cara saya bekerja sebagai Product Manager setelahnya, beberapa bulan di sini justru termasuk salah satunya.
Di sini saya pertama kali benar-benar pegang satu squad dengan engineering team yang dedicated, development cycle yang lebih terstruktur, analytics yang memang disiapkan untuk product team, dan ownership yang cukup jelas.
Saya mungkin nggak cukup lama untuk melihat semua yang kami kerjakan berkembang jauh. Tapi saya keluar dari sana dengan sesuatu yang sampai sekarang masih kepakai: gambaran tentang bagaimana Product Management seharusnya dijalankan ketika environment-nya mendukung.

KONTRIBUSI SAYA
Scope saya waktu itu sebenarnya terbagi ke dua sisi dari operation yang sama. Di lapangan ada Android app yang dipakai Agent Sales Officer untuk mendukung pekerjaan mereka dari inspeksi mobil, membuat listing, proses penjualan, sampai beberapa aktivitas terkait transaksi. Di belakangnya ada internal apps yang dipakai tim operations untuk manage listing, transaksi, user access, operational control, sampai beberapa proses terkait fraud. Saya pegang enhancement di kedua sisi itu. Bentuknya macam-macam: pernah mengerjakan flow dan panduan inspeksi, komunikasi melalui in-app newsletter, user access management, enforcement terhadap policy pengguna, sampai fraud detection dan prevention. Yang cukup berbeda buat saya waktu itu adalah saya benar-benar punya satu squad sendiri. Ada Android, frontend, backend, QA, Engineering Manager, dan Technical Program Manager yang bekerja dalam ritme development yang sama. Untuk pertama kalinya saya nggak cuma belajar apa yang dilakukan Product Manager, tapi mulai melihat bagaimana satu product team seharusnya bekerja bareng dari awal sampai sesuatu benar-benar masuk production.
MASALAH
Yang menarik dari product ini adalah dua kelompok user-nya punya kebutuhan yang kadang kelihatannya berlawanan. Agent di lapangan tentu pengennya kerja secepat dan sesimpel mungkin. Mereka harus inspeksi mobil, input data, bikin listing, dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa terlalu banyak friction. Tim operations justru butuh kontrol. Data harus cukup lengkap, transaksi harus bisa dicek, policy harus bisa ditegakkan, dan aktivitas yang mencurigakan harus bisa ditemukan. Kalau terlalu banyak guardrail, kerja agent jadi ribet. Kalau semuanya dibuat terlalu bebas, masalahnya pindah ke tim operations atau bahkan membuka risiko yang lebih besar. Jadi pertanyaannya bukan sekadar: “Gimana caranya bikin flow ini lebih cepat?” Tapi: “Seberapa banyak kontrol yang memang dibutuhkan tanpa bikin orang yang melakukan pekerjaan utamanya jadi susah kerja?”
HASIL
Selama beberapa bulan di Core Operations, kami sempat mengembangkan berbagai improvement di Android maupun internal apps, mulai dari flow pekerjaan agent, operational control, komunikasi, access management, sampai beberapa capability terkait fraud. Perjalanan saya di sana akhirnya berhenti lebih cepat dari yang saya bayangkan karena tech winter dan layoff. Jadi saya nggak mau pura-pura menarik cerita ini menjadi sebuah long-term transformation yang memang saya sendiri nggak cukup lama berada di sana untuk melihat hasil akhirnya. Yang justru bertahan jauh lebih lama adalah cara kerjanya yang saya bawa setelah keluar dari sana.
DAMPAK
Impact terbesar Moladin buat saya justru baru kerasa setelah saya keluar. Di sini pertama kalinya saya ngerasain banyak bagian Product Management bekerja bareng dalam satu environment: ownership squad yang jelas, engineering capacity yang dedicated, QA, sprint yang proper, analytics, tracking, sampai hubungan antara discovery dan delivery. Setelah pindah ke environment lain, saya baru sadar ternyata nggak semua company punya setup seperti itu. Ada tempat yang tooling-nya terbatas. Ada yang struktur product-nya belum matang. Ada juga kondisi di mana leadership belum tentu bisa memberikan arahan product practice yang kita butuhkan. Untungnya, saya sudah pernah melihat satu bentuk cara kerja yang menurut saya masuk akal. Jadi ketika environment berikutnya nggak menyediakan semuanya, saya nggak benar-benar mulai dari nol. Saya sudah punya kompas sendiri tentang bagaimana Product Management seharusnya dijalankan.
NGOBROL YUK
Ada yang menarik untuk dibahas?
Soal product, system, sesuatu yang lagi lo bangun, atau sekadar pengen tukar pikiran? boleh banget diobrolin.