2021
goKampus University & Learning Platform
Role full-time pertama saya di Product Management kebetulan datang ketika produknya sendiri juga lagi berubah arah.
goKampus awalnya dikenal sebagai platform yang membantu calon mahasiswa daftar ke berbagai kampus lewat satu tempat. Waktu saya masuk, company-nya lagi mulai bergerak lebih jauh ke online learning, dan saya ikut pegang beberapa bagian dari perubahan itu: mulai dari learner experience, internal apps, platform untuk content partner, sampai eksperimen awal live learning.
Di sini saya pertama kali belajar kalau dalam product development, kadang cara tercepat untuk tahu sesuatu layak dibangun atau nggak justru dengan belum membangunnya terlalu banyak.

KONTRIBUSI SAYA
Scope saya waktu itu kurang lebih punya dua sisi. Di satu sisi ada learner. Fokus utamanya bukan cuma bikin orang menemukan atau membeli course, tapi gimana caranya orang yang sudah mulai belajar benar-benar lanjut sampai selesai. Jadi saya cukup banyak masuk ke learning journey, course completion, sampai flow terkait eligibility dan penerbitan certificate. Di sisi lain ada orang-orang yang membuat semua content itu tersedia. Saya pegang internal apps dan platform yang dipakai content partner untuk upload dan manage course, sekaligus beberapa workflow untuk mengelola data kampus. Goal-nya cukup practical: pekerjaan yang berulang jangan dibuat lebih ribet dari yang seharusnya, dan content bisa lebih cepat siap digunakan learner. Belakangan saya juga memimpin MVP untuk live learning seperti webinar dan bootcamp. Dan bagian ini justru jadi salah satu pengalaman yang paling saya ingat, karena kami nggak langsung mulai dengan membangun platform live-learning yang lengkap. Kami mulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana, menggunakan form dan Zoom untuk menjalankan experience-nya dulu. Baru setelah kami lebih ngerti kebutuhannya, sebagian experience tersebut mulai dibawa masuk ke dalam platform sendiri.
MASALAH
Yang bikin fase ini menarik adalah kami bukan lagi sekadar optimize produk yang modelnya sudah jelas. Company-nya sendiri lagi bergerak dari platform pendaftaran kampus ke online learning. Artinya bukan cuma produknya yang berkembang, kami juga masih belajar sebenarnya bentuk experience yang tepat itu seperti apa. Di sisi learner, berhasil bikin orang masuk ke course belum tentu berarti produknya berhasil. Kalau course sudah dibeli tapi akhirnya nggak pernah diselesaikan, value yang diterima learner juga nggak banyak. Di belakangnya ada masalah lain. Semakin banyak course yang tersedia, semakin banyak juga pekerjaan yang harus dilakukan tim operations dan content partner untuk menyiapkan dan mengelolanya. Dan ketika mulai masuk ke live learning, pertanyaannya malah lebih fundamental: Kita perlu bikin platform-nya dulu, atau buktiin dulu orang memang mau experience-nya?
HASIL
Selama saya di goKampus, learning platform-nya terus berkembang dari dua sisi yang saling bergantung: experience learner di depan, dan proses operasional yang membuat semua experience itu bisa berjalan di belakang. Di sisi learner, kami memperbaiki beberapa bagian dari learning dan completion journey, termasuk bagaimana learner menjalani course sampai akhirnya memenuhi syarat untuk mendapatkan certificate. Di belakangnya, kami juga merapikan beberapa workflow supaya tim operations dan content partner bisa mengelola course dan data kampus dengan lebih mudah. Karena semakin banyak content yang ingin disediakan, semakin kelihatan juga kalau pertumbuhan di sisi learner harus diimbangi dengan proses operasional yang nggak ikut membesar secara linear. Live learning jadi eksperimen yang paling menarik buat saya. Kami mulai dari workflow yang sangat sederhana menggunakan tools yang sudah ada, menjalankannya sebagai experience nyata, lalu pelan-pelan membawa bagian yang memang terbukti dibutuhkan ke dalam platform. Nggak semuanya harus langsung jadi fitur. Dan buat saya, justru itu salah satu hasil paling penting dari periode ini: kami bisa belajar tentang product-nya sambil product-nya sendiri masih dibentuk. Kami sempat memperbaiki beberapa bagian dari course dan completion journey, membuat pengelolaan content dan data kampus lebih mudah, serta membawa eksperimen live learning dari proses yang awalnya cukup manual menuju experience yang lebih terintegrasi dengan platform. Perjalanan saya di sana akhirnya selesai ketika kondisi company juga sedang banyak berubah. Saya sendiri nggak terkena layoff, tapi situasinya waktu itu cukup nggak pasti dan kebetulan datang opportunity lain yang menurut saya masuk akal untuk diambil. Jadi saya memang nggak bertahun-tahun berada di sana. Tapi beberapa bulan itu cukup untuk memberi saya pengalaman pertama bekerja sebagai full-time Product Manager di startup yang produk dan bisnisnya sama-sama bergerak cepat.
DAMPAK
goKampus mungkin tempat pertama yang bikin saya sadar kalau pekerjaan Product Manager ternyata nggak identik dengan bikin fitur. Sebagai PM yang waktu itu masih baru, rasanya gampang untuk melihat semua problem lalu otomatis berpikir: “Berarti kita harus develop sesuatu.” Di sini saya mulai belajar kalau semakin besar uncertainty-nya, justru semakin hati-hati kita seharusnya commit ke solution. Kadang jawabannya memang fitur baru. Kadang cukup memperbaiki workflow internal. Dan kadang jawabannya cuma form, link Zoom, sedikit pekerjaan manual, dan waktu yang cukup untuk melihat apakah asumsi kita benar. Kelihatannya sederhana, tapi pola pikir itu terus saya bawa ke role-role setelahnya.
NGOBROL YUK
Ada yang menarik untuk dibahas?
Soal product, system, sesuatu yang lagi lo bangun, atau sekadar pengen tukar pikiran? boleh banget diobrolin.