
Migrasi Sistem Catalog
Awalnya migrasi sekitar 80.000 produk terdengar seperti masalah data: pindahkan catalog dari sistem lama ke sistem baru, pastikan datanya benar, lalu selesai. Ternyata bagian susahnya bukan di situ. Catalog lama sudah bertahun-tahun terhubung ke banyak bagian commerce, sementara nggak semua dependency dan behavior-nya terdokumentasi dengan baik. Jadi sebelum bisa mengganti sistemnya, kami justru harus memahami dulu sebenarnya apa saja yang selama ini bergantung ke sistem lama dan apa yang harus tetap bekerja persis seperti sebelumnya setelah migrasi.
- PERAN SAYA
- Senior Product Manager (Senior Assistant Manager)
- DAMPAK
- Project ini cukup mengubah definisi “migrasi” di kepala saya. Sebelumnya saya melihat migrasi ya sebagai memindahkan sesuatu dari sistem lama ke sistem baru. Sekarang saya malah melihatnya sebagai proses mencari semua hal yang selama bertahun-tahun kita lupa ternyata dikerjakan oleh sistem lama. Datanya justru bagian yang paling kelihatan. Risiko sebenarnya banyak hidup di dependency, asumsi, edge case, dan behavior yang sudah terlalu lama berjalan sampai semua orang menganggapnya normal. Dan satu hal lagi yang baru benar-benar kerasa setelah cutover: migrasi nggak selesai ketika sistem barunya sudah live. Kalau orang yang sehari-hari menggunakannya belum memahami cara kerja barunya, kita mungkin sudah selesai secara teknis. Tapi belum tentu selesai sebagai produk.








