Semua work

2024 - Present

Aplikasi Mobile JD Sports Indonesia

Banyak orang mengira tantangan terbesar dalam membuat aplikasi adalah proses pengembangannya. Buat saya, justru tantangan sebenarnya datang setelah itu. Bagaimana mengambil keputusan ketika setiap stakeholder membawa perspektif yang berbeda, sementara semuanya sama-sama punya alasan yang masuk akal. Proyek ini menjadi salah satu pelajaran bagi saya tentang bagaimana membangun produk bukan hanya untuk pengguna, tetapi juga bersama banyak pihak yang memiliki tujuan berbeda.

PERAN SAYASenior Product Manager (Assistant Manager - Digital Product)
KONTEKSErajaya Group - JD Sports Indonesia
STATUSTerus Dikembangkan
Product area
Mobile CommerceAndroidiOSCustomer ExperienceCommerceLoyaltyProduct DiscoveryAccount & IdentityCheckout & PaymentRetention
Platform
AndroidIOS
Skills / Thinking themes
Product ManagementMobile Product ManagementProduct StrategyProduct DiscoveryRoadmap PrioritizationStakeholder ManagementCross-functional CollaborationProduct DeliveryTrade-off ManagementUser ResearchLocal vs Global Product StrategyContinuous Product Iteration
Team
JD Sports Indonesia Operations TeamJD Sports Regional and International PrincipalUI/UX DesignerUX WriterUX ResearcherIOS DeveloperAndroid DeveloperQABackend DeveloperSystem AnalystScrum MasterDigital MarketingCustomer Support
ilustrasi aplikasi jd sports

KONTRIBUSI SAYA

Saya menjadi Product Manager untuk aplikasi mobile JD Sports Indonesia sejak fase pengembangan awal sampai produk ini berjalan dan terus dikembangkan sampai sekarang. Posisi saya cukup sederhana untuk dijelaskan, tapi lumayan ribet dijalankan: saya berada di tengah engineer Android dan iOS, designer, researcher, tim bisnis lokal, stakeholder regional, dan stakeholder global. Sebagian besar pekerjaan saya bukan sekadar menulis requirement atau menentukan fitur berikutnya. Banyak waktunya justru habis untuk memahami kenapa sebuah request muncul, mencari apa masalah sebenarnya di balik request tersebut, lalu membantu semua pihak sampai pada keputusan yang masih masuk akal untuk pengguna, bisnis, dan tim yang harus mengerjakannya. Saya mengatur prioritas produk, roadmap, discovery, dan delivery, tetapi keputusan akhirnya hampir tidak pernah benar-benar lahir dari satu orang. Peran saya lebih banyak memastikan diskusinya punya konteks yang cukup, trade-off-nya terlihat, dan tim tahu kenapa kami memilih satu arah dibanding pilihan lainnya.

MASALAH

Ketika proyek ini dimulai, JD Sports Indonesia belum punya aplikasi mobile sendiri. Jadi kami bukan sedang memperbaiki produk yang sudah ada atau menambahkan beberapa fitur baru. Kami benar-benar mulai dari nol. Awalnya saya mengira bagian yang paling sulit akan ada di proses pengembangannya: menentukan scope pertama, mengembangkan Android dan iOS secara bersamaan, lalu memastikan semuanya siap untuk diluncurkan. Ternyata bagian yang jauh lebih sulit justru datang dari proses mengambil keputusan. Produk ini melibatkan banyak pihak dengan sudut pandang yang berbeda. Tim lokal lebih dekat dengan pelanggan Indonesia. Tim principal regional membawa pengalaman dari market lain di APAC. Tim principal global punya standar dan arah produk yang ingin dijaga secara konsisten. Di sisi lain, ada juga kebutuhan operasional sehari-hari yang tidak selalu terlihat dari perspektif regional atau global. Masalahnya bukan karena salah satu pihak pasti benar dan pihak lain salah. Justru sering kali semuanya punya alasan yang masuk akal, hanya saja konteks yang mereka lihat berbeda.

PENDEKATAN

Kami akhirnya tidak memperlakukan aplikasi ini sebagai proyek yang selesai ketika sudah masuk App Store dan Play Store. Versi pertama memang penting, tetapi dari awal saya lebih melihatnya sebagai fondasi. Setelah itu produk harus terus belajar dari pengguna, kebutuhan bisnis yang berubah, dan hal-hal yang baru terlihat setelah produk benar-benar dipakai. Salah satu kebiasaan yang kemudian banyak membantu adalah tidak langsung membahas solusi setiap kali ada request baru. Saya biasanya mencoba mundur sedikit dan bertanya: sebenarnya masalah apa yang ingin kita selesaikan? Pertanyaan sederhana itu cukup sering mengubah arah diskusi. Kadang dua stakeholder terlihat tidak sepakat, padahal sebenarnya mereka sedang menawarkan dua solusi berbeda untuk masalah yang sama. Kadang sebuah request terdengar penting, tapi setelah konteksnya dibuka ternyata belum perlu dikerjakan sekarang. Kadang juga pendekatan dari global memang masuk akal dan tidak ada alasan untuk membuat sesuatu yang berbeda hanya karena market-nya Indonesia. Jadi bukan soal selalu memilih lokal atau selalu mengikuti global. Keputusannya lebih banyak dibuat case by case, berdasarkan konteks pengguna, kebutuhan bisnis, effort, konsekuensi ke produk lain, dan apakah keputusan tersebut masih masuk akal beberapa bulan setelah dirilis. Setelah launch, pola ini terus berjalan lewat iterasi dan sprint reguler sampai sekarang.

HASIL

Aplikasi akhirnya diluncurkan di Android dan iOS dan terus dikembangkan sampai sekarang. Sejak diluncurkan, aplikasi ini sudah melewati lebih dari 500.000 download di kedua platform dan mempertahankan rating 4,8+ secara organik di App Store dan Google Play. Yang menurut saya lebih penting, aplikasinya tidak berhenti menjadi proyek launch. Sampai sekarang produk ini tetap dipakai untuk transaksi setiap hari dan terus mendapat enhancement melalui sprint reguler. Di Indonesia, JD Sports juga menjadi salah satu pemain retail sports yang cukup awal serius membangun channel aplikasi sendiri, ketika banyak pemain lain masih mengandalkan website sebagai channel digital utamanya.

DAMPAK

Kalau cuma melihat hasil akhirnya, mungkin cerita proyek ini sederhana: aplikasi dibuat, diluncurkan, lalu dipakai banyak orang. Buat saya, dampak terbesarnya justru ada di cara saya bekerja setelahnya. Saya jadi jauh lebih skeptis terhadap kalimat seperti “user butuh ini”, “di market lain begini”, atau “business minta ini” kalau belum tahu konteks di belakangnya. Semua itu bisa valid, tapi belum tentu otomatis menjadi keputusan produk yang benar. Saya juga belajar bahwa Product Manager tidak selalu harus menjadi orang yang punya jawaban terbaik di ruangan. Sering kali pekerjaan yang lebih penting adalah memastikan orang-orang di ruangan tersebut sedang membicarakan masalah yang sama. Dan mungkin itu pelajaran terbesar dari proyek ini: membangun produk ternyata bukan hanya soal membuat keputusan yang bagus. Banyak waktunya justru dipakai untuk membuat keputusan yang cukup masuk akal agar banyak orang dengan kepentingan berbeda tetap bisa bergerak ke arah yang sama.

NGOBROL YUK

Ada yang menarik untuk dibahas?

Soal product, system, sesuatu yang lagi lo bangun, atau sekadar pengen tukar pikiran? boleh banget diobrolin.